Jumat, 16 Maret 2012

MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DIBUMI


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Manusia diciptakan untuk mengemban tugas mulia yaitu menjadi pemimpin atau khalifah di muka bumi ini. Fungsi dan kedudukan manusia di dunia ini adalah sebagai khalifah di bumi. Tujuan penciptaan manusia di atas dunia ini adalah untuk beribadah. Sedangkan tujuan hidup manusia di dunia ini adalah untuk mendapatkan kesenangan dunia dan ketenangan akhirat. Jadi, manusia di atas bumi ini adalah sebagai khalifah, yang diciptakan oleh Allah dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya, yang ibadah itu adalah untuk mencapai kesenangan di dunia dan ketenangan di akhirat. Dalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 30: “ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. ‘Mereka berakat: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu, orang-orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kemi senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau? ‘Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Salah satu isi kandungan Surah Al-Baqarah ayat 30 adalah bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi. Allah SWT memberitahukan kepada malaikat tentang rencana-Nya tersebut. Para malaikat merasa khawatir, bahwa umat manusia (keturunan Adam) nantinya akan berbuat kerusakan di muka bumi dan saling membunuh.Kekhawatiran para malaikat menjadi hilang setelah mendapat penjelasan dari Allah, bahwa Allah lebih mengetahui dari apa yang telah diketahui para malaikat.
Di dalam surat Al-Baqarah terdapat beberapa ma’na mufradat, asbabun nuzul pada ayat tersebut yang menjelaskan tentang manusia sebagai khalifah di bumi.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Jelaskan ayat Al-Qur’an dan hadist yang menerangkan tentang tugas manusia sebagai kholifah di bumi?
2.      Apa tugas manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi?
C.    Tujuan
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, penulis mempunyai tujuan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui ayat Al-Qur’an dan hadist yang menerangkan tentang tugas manusia sebagai kholifah di bumi
2.      Untuk mengetahui apa tugas manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi


















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Ayat tentang manusia sebagai kholifah di bumi
            Di dalam Al Qur’an telah disebutkan ayat tentang manusia sebagai khalifah di muka bumi, yaitu di dalam Surat Al Baqarah ayat 30:
øŒÎ)ur tA$s% š/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) ×@Ïã%y` Îû ÇÚöF{$# ZpxÿÎ=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pkŽÏù `tB ßÅ¡øÿム$pkŽÏù à7Ïÿó¡our uä!$tBÏe$!$# ß`øtwUur ßxÎm7|¡çR x8ÏôJpt¿2 â¨Ïds)çRur y7s9 ( tA$s% þÎoTÎ) ãNn=ôãr& $tB Ÿw tbqßJn=÷ès? ÇÌÉÈ  
Artinya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
            خَلِيْفَةً (khalifah):  pada mulanya berarti yang menggantikan atau yang datang sesudah yang datang sebelumnya. Atas dasar ini, ada yang memahami kata khalifah ini dalam arti yang menggantikan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketetapan-ketetapannya.
يُّفْسِدُ  : merusak (dengan kekufuran dan maksiat)
يَسْفِكُ : dia menumpahkan
 الدِّمآَءَ: darah
نُسَبِّحُ : kami bertasbih
بِحَمْدِك  : dengan (senantiasa) memuji-Mu
نُقَدِّسُ : kami menyucikan-Mu
            Agama Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagai hamba Allah (`abdullah) dan sebagai wakil Allah (khalifatullah) di muka bumi. Sebagai hamba Allah, manusia adalah kecil dan tak memiliki kekuasaan. Oleh karena itu, tugasnya hanya menyembah kepada-Nya dan berpasrah diri kepada-Nya. Tetapi sebagai khalifatullah, manusia diberi fungsi sangat besar, karena Allah Maha Besar maka manusia sebagai wakil-Nya di muka bumi memiliki tanggung jawab dan otoritas yang sangat besar.
            Sebagai khalifah, manusia diberi tangung jawab pengelolaan alam semesta untuk kesejahteraan umat manusia, karena alam semesta memang diciptakan Tuhan untuk manusia. Sebagai wakil Tuhan manusia juga diberi otoritas ketuhanan; menyebarkan rahmat Tuhan, menegakkan kebenaran, membasmi kebatilan, menegakkan keadilan, dan bahkan diberi otoritas untuk menghukum mati manusia. Sebagai hamba manusia adalah kecil, tetapi sebagai khalifah Allah, manusia memiliki fungsi yang sangat besar dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan di muka bumi. Oleh karena itu, manusia dilengkapi Tuhan dengan kelengkapan psikologis yang sangat sempurna, akal, hati, syahwat dan hawa nafsu, yang kesemuanya sangat memadai bagi manusia untuk menjadi makhluk yang sangat terhormat dan mulia, disamping juga sangat potensil untuk terjerumus hingga pada posisi lebih rendah dibanding binatang.
Ketika memerankan fungsinya sebagai khalifah Allah di muka bumi, ada dua peranan penting yang diamanahkan dan dilaksanakan manusia sampai hari kiamat. Pertama, memakmurkan bumi (al ‘imarah). Kedua, memelihara bumi dari upaya-upaya perusakan yang datang dari pihak manapun (ar ri’ayah).
1.      Memakmurkan Bumi
Manusia mempunyai kewajiban kolektif yang dibebankan Allah SWT. Manusia harus mengeksplorasi kekayaan bumi bagi kemanfaatan seluas-luasnya umat manusia. Maka sepatutnyalah hasil eksplorasi itu dapat dinikmati secara adil dan merata, dengan tetap menjaga kekayaan agar tidak punah. Sehingga generasi selanjutnya dapat melanjutkan eksplorasi itu. Memakmurkan bumi juga berarti menjaga lingkungan sekitarnya, menjaga kelestarian hutan dan para penghuninya, karena jika semuanya terjaga benar oleh manusia, maka bencana yang diakibatkan oleh kesalahan manusia akan sedikit kemungkinan terjadinya.
2.      Memelihara Bumi
Melihara bumi dalam arti luas termasuk juga memelihara akidah dan akhlak manusianya sebagai SDM (sumber daya manusia). Memelihara dari kebiasaan jahiliyah, yaitu merusak dan menghancurkan alam demi kepentingan sesaat. Karena sumber daya manusia yang rusak akan sangata potensial merusak alam. Oleh karena itu, hal semacam itu perlu dihindari.
Allah menciptakan alam semesta ini tidak sia-sia. Penciptaan manusia mempunyai tujuan yang jelas, yakni dijadikan sebagai khalifah atau penguasa (pengatur) bumi. Maksudnya, manusia diciptakan oleh Allah agar memakmurkan kehidupan di bumi sesuai dengan petunjukNya. Petunjuk yang dimaksud adalah agama (Islam).   
Mengapa Allah memerintahkan umat nabi Muhammad SAW untuk memelihara bumi dari kerusakan?, karena sesungguhnya manusia lebih banyak yang membangkang dibanding yang benar-benar berbuat shaleh sehingga manusia akan cenderung untuk berbuat kerusakan, hal ini sudah terjadi pada masa nabi – nabi sebelum nabi Muhammad SAW dimana umat para nabi tersebut lebih senang berbuat kerusakan dari pada berbuat kebaikan, misalnya saja kaum bani Israil, seperti yang Allah sebutkan dalam firmannya dalam surat Al Isra ayat 4:
!$oYøŸÒs%ur 4n<Î) ûÓÍ_t/ Ÿ@ƒÏäÂuŽó Î) Îû É=»tGÅ3ø9$# ¨bßÅ¡øÿçGs9 Îû ÇÚöF{$# Èû÷üs?§tB £`è=÷ètGs9ur #vqè=ãæ #ZŽÎ6Ÿ2 ÇÍÈ
Artinya : dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar“. (QS Al Isra : 4)
Sebagai seorang muslim dan hamba Allah yang taat tentu kita akan menjalankan fungsi sebagai khalifah dimuka bumi dengan tidak melakukan pengrusakan terhadap Alam yang diciptakan oleh Allah SWT karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Seperti firmannya dalam surat Al Qashash ayat 77 yang berbunyi:
Æ÷tGö/$#ur !$yJÏù š9t?#uä ª!$# u#¤$!$# notÅzFy$# ( Ÿwur š[Ys? y7t7ŠÅÁtR šÆÏB $u÷R9$# ( `Å¡ômr&ur !$yJŸ2 z`|¡ômr& ª!$# šøs9Î) ( Ÿwur Æ÷ö7s? yŠ$|¡xÿø9$# Îû ÇÚöF{$# ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä tûïÏÅ¡øÿßJø9$# ÇÐÐÈ
Artinya: dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS AL Qashash : 77)
B.     Hadis tentang manusia sebagai kholifah di bumi
Begitupun di dalam Al-Hadist juga ada riwayat yang menyatakan manusia sebagai khalifah di muka bumi, Hadist:
Abu Hurairah r.a. menceritakan hadis berikut:
أَخَذَ النَّبِيُ صَلَّى الّلهُ عَلَيْهِ وَّ سَلَّمَ بِيَدِيْ فَقَالَ: خَلَقَ اللّهُ عَزَّوَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ وَ خَلَقَ فِيْهَاالْجِبَالَ يَوْمَ الأَحَدِوخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الإِثْنَيْنِ وَ خَلَقَ الْمَكْرُوْهَ يَومَ الثُّلاَثَاءِ وَ خَلَقَ النُّوْرَ يَوْمَ الأَرْبِعَاءِ وَ بَثَّ فِيْهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيْسِ وَ خَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بَعْدَ العَصْرِمِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِيْ آخِرِالْخَلْقِ فِيْ آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ.
(رواه مسلم و أحمد رضي الله عنهما)
Nabi SAW. memegang tanganku, lalu bersabda, “Allah SWT. menciptakan bumi pada hari sabtu, Dia menciptakan padanya gunung-gunung pada hari ahad, Dia menciptakan pohon-pohonan pada hari senin, Dia menciptakan hal-hal yang tidak disukai pada hari selasa, Dia menciptakan nur (cahaya) pada hari rabu, dan Dia menyebarkan (menciptakan) hewan-hewan padanya pada hari kamis, dan Dia menciptakan Adam a.s. sesudah waktu asar pada hari jumat, sebagai akhir makhluk (yang diciptakan) pada saat yang terakhir dari waktu-waktu hari jumat.” (riwayat Muslim dan Ahmad)
Dilihat dari asal sahabat yang menceritakan yaitu Abu Hurairah r.a yang beliau tergolong sebagai seorang yang jujur serta kuat ingatannya serta perawi hadits ini ialah Muslim dan Ahmad sehingga dilihat dari sanad dan kedhabitannya kuat sehingga hadits ini bisa digolongkan sebagai hadits shahih.
C.    Kontek dan Maksud Hadits
التُّربَةَ, sama wazannya dengan lafaz al-ghurfah, artinya bumi. Dikatakan demikian, yang artinya tanah, karena bumi terdiri atas tanah. Makna yang dimaksud ialah bumi berikut apa yang terkandung di dalamnya, menyangkut laut dan sungai-sungai.
وَبَثَّ, menciptakan dan menyebarkan, yakni semua jenis hewan di muka bumi pada hari kamis.
Dalam hadis ini terkandung pengertian bahwa hari pertama dalam satu minggu ialah hari sabtu dan hari terakhirnya adalah hari Jumat. Hari jumat merupakan hari raya (hari libur) setiap satu minggu, seperti yang telah disebutkan dalam bab Jumu’ah. Hal yang dimaksud ialah yang paling akhir, karena itulah maka Adam a.s. diciptakan pada hari Jumat; dia merupakan bapak manusia dan makhluk yang paling mulia yang diciptakan oleh Allah melalui tangan kekuasaan-Nya dan Dia sendirilah yang meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuhnya, serta memperbolehkan surga baginya, dan memerintahkan para malaikat agar bersujud kepadanya. Kemudian Rabb memilihnya dan memberinya petunjuk serta mendekatkannya kepada diri-Nya, dan dapat bermunajat langsung dengan-Nya.
           
















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
                 Di dalam Al Qur’an telah disebutkan ayat tentang manusia sebagai khalifah di muka bumi, yaitu di dalam Surat Al Baqarah ayat 30:
øŒÎ)ur tA$s% š/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) ×@Ïã%y` Îû ÇÚöF{$# ZpxÿÎ=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pkŽÏù `tB ßÅ¡øÿム$pkŽÏù à7Ïÿó¡our uä!$tBÏe$!$# ß`øtwUur ßxÎm7|¡çR x8ÏôJpt¿2 â¨Ïds)çRur y7s9 ( tA$s% þÎoTÎ) ãNn=ôãr& $tB Ÿw tbqßJn=÷ès? ÇÌÉÈ  
Artinya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
            Begitupun di dalam Al-Hadist juga ada riwayat yang menyatakan manusia sebagai khalifah di muka bumi, Hadist:
Abu Hurairah r.a. menceritakan hadis berikut:
أَخَذَ النَّبِيُ صَلَّى الّلهُ عَلَيْهِ وَّ سَلَّمَ بِيَدِيْ فَقَالَ: خَلَقَ اللّهُ عَزَّوَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ وَ خَلَقَ فِيْهَاالْجِبَالَ يَوْمَ الأَحَدِوخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الإِثْنَيْنِ وَ خَلَقَ الْمَكْرُوْهَ يَومَ الثُّلاَثَاءِ وَ خَلَقَ النُّوْرَ يَوْمَ الأَرْبِعَاءِ وَ بَثَّ فِيْهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيْسِ وَ خَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بَعْدَ العَصْرِمِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِيْ آخِرِالْخَلْقِ فِيْ آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ.
(رواه مسلم و أحمد رضي الله عنهما)
Nabi SAW. memegang tanganku, lalu bersabda, “Allah SWT. menciptakan bumi pada hari sabtu, Dia menciptakan padanya gunung-gunung pada hari ahad, Dia menciptakan pohon-pohonan pada hari senin, Dia menciptakan hal-hal yang tidak disukai pada hari selasa, Dia menciptakan nur (cahaya) pada hari rabu, dan Dia menyebarkan (menciptakan) hewan-hewan padanya pada hari kamis, dan Dia menciptakan Adam a.s. sesudah waktu asar pada hari jumat, sebagai akhir makhluk (yang diciptakan) pada saat yang terakhir dari waktu-waktu hari jumat.” (riwayat Muslim dan Ahmad)
            Ketika memerankan fungsinya sebagai khalifah Allah di muka bumi, ada dua peranan penting yang diamanahkan dan dilaksanakan manusia sampai hari kiamat. Pertama, memakmurkan bumi (al ‘imarah). Kedua, memelihara bumi dari upaya-upaya perusakan yang datang dari pihak manapun (ar ri’ayah).
                                                                          




















DAFTAR PUSTAKA


Aziz Mansyhuri, Abdul. 1980. Mutiara Qur’an dan Hadits. Surabaya: Al-Ikhlas.
Ahmad Ibnu Hanbal, Abdullah Ibn. 2009. Hadis-Hadis Imam Ahmad. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Al-Qur’anul Karim


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar